Slide Show

  • Everyday I'm shufflin!
  • Break the physical and mental obstacles
  • Area Eksplorasi Kreatifitas dan Inovasi Anak Muda Indonesia
  • Teknik Fotografi Yang Membuat Kita Tampak Melayang
  • Dalam Nuansa Casual, Urban dan Maskulin

Saturday, May 5, 2012

#Music : Sentuhan Electro-Pop Indie Dalam O.S.T Drive

(from: lagasta.com)
Guys, have you seen “Drive”? Ada yang merasa ‘terganggu’ dengan soundtrack lagu-lagunya yang terus nempel di kepala? Yup, saya sendiri beberapa hari setelah nonton dvd-nya langsung searching di google untuk mengetahui lagu siapa saja yang ada di sana. Sebenarnya agak telat sih, karena film ini sudah rilis di akhir tahun 2011.

Film Drive ini adalah film crime-thriller yang disutradarai Nicolas Winding Refn, dan dibintangi aktor Ryan Gosling. Overall film ini memperlihatkan scene yang brutal dengan cipratan darah, menawarkan aksi driving skill, juga love story yang jadi benang merahnya. Film ini juga pernah diputar di Festival Film Cannes, Perancis dan memenangkan nominasi The Best Director.

Setelah saya mendengar komentar yang bagus dari salah seorang presenter berita di tv, dan juga melihat sedikit music review dari seorang music director salah satu radio swasta dalam wawancaranya bersama majalah Nylon Guys Indonesia. Membuat saya semakin penasaran sama film yang satu ini.

Well, belakangan ini memang saya lagi senang-senangnya mendengarkan musik electro-pop ala indie di playlist ipod. Rasanya ada feel relaxing tapi juga bisa ngajak joget-joget, ditambah suara tune electro (Synthesizer) yang unik menciptakan ambience musik yang tidak biasa.

Berikut track list dari O.S.T “Drive” yang dikutip dari sebuah website yang membahas tentang soundtrack film :

01. Nightcall – Kavinsky & Lovefoxxx
02. Under Your Spell - Desire
03. A Real Hero - College feat. Electric Youth
04. Oh My Love - Riz Ortolani feat. Katyna Ranieri
05. Tick of the Clock – The Chromatics
06. Rubber Head -- Cliff Martinez
07. I Drive -- Cliff Martinez
08. He Had a Good Time -- Cliff Martinez
09. They Broke His Pelvis -- Cliff Martinez
10. Kick Your Teeth -- Cliff Martinez
11. Where's The Deluxe Version? -- Cliff Martinez
12. See You in Four -- Cliff Martinez
13. After The Chase -- Cliff Martinez
14. Hammer -- Cliff Martinez
15. Wrong Floor -- Cliff Martinez
16. Skull Crushing -- Cliff Martinez
17. My Name on a Car -- Cliff Martinez
18. On The Beach -- Cliff Martinez
19. Bride of Deluxe -- Cliff Martinez
Lagu yang rasanya ‘nempel’ banget di kepala saya adalah track no.2 “Under Your Spell”-Desire. Track ini diputar sebagai backsound pada scene welcoming party yang diadakan oleh seorang istri di sebuah apartement, kepada suaminya yang baru saja bebas dari hukuman penjara. Sementara di scene selanjutnya karakter yang diperankan oleh Ryan Gosling, berusaha menghiraukan suara bising dari apartement yang sedang mengadakan welcoming party itu. Karena sebenarnya ada perasaan cinta antara dia dengan sang istri mantan napi tersebut.

Lirik lagunya pun terdengar berulang-ulang : “I don’t eat. I don’t sleep. I do nothing but think of you…. You keep me under your spell… You keep me under your spell… You keep under your spell”

Oh, ya lagu ini juga sempat diputar saat saya menghadiri undangan gelaran fashion show dalam acara yang diadakan oleh salah satu sekolah desain Internasional di Jakarta. Mendengar intro nya saja sudah membuat saya kaget dan sibuk berbisik-bisik sendiri. :p

Awesome! :D


Sumber : Wikipedia

Tuesday, April 17, 2012

#Style: [Menswear] Ikat Dalam Nuansa Casual, Urban dan Maskulin


(Taken from wolipop)
Masih berpikir mengenakan Ikat untuk pergi ke acara-acara resmi? Baru-baru ini desainer muda Indonesia yang concern dengan tenun Ikat, Didiet Maulana telah meluncurkan lini pria yang bergaya moderen dan casual melalui label miliknya yang bernama Ikat Indonesia.

Ikat Indonesia merupakan sebuah label lokal siap pakai yang mengangkat kain tenun Ikat dalam setiap koleksinya, dengan gaya yang sesuai dengan kaum urban. Tujuannya agar kain tenun Ikat dapat lebih dikenal lagi lebih luas di masyarakat dan juga mengangkat citra kain nusantara di dunia fashion internasional.

Setelah sebelumnya telah berhasil meluncurkan koleksi untuk wanita, Didiet Maulana pada hari Kamis lalu (12/4/2012) meluncurkan lini pria yang diberi nama “Ikat Indonesia Pour Homme”, dengan mengusung tema “Tropical Painting”. Sesuai dengan temanya maka koleksi menswear kali ini didominasi dengan tampilan gaya casual bernuansa pantai, seperti kemeja berbahan linen, celana pendek, dan chino pants. Semua koleksinya tentu saja menggunakan detail kain tenun Ikat, yang dibuat menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).

(Taken from wolipop)
(Taken from wolipop)

(Taken from wolipop)
(Taken from wolipop)
(Taken from wolipop)





















Jadi, kain tradisional seperti Ikat pun bisa diaplikasikan kedalam gaya busana casual yang pastinya cocok dengan lifestsyle kaum muda urban.

Kamu berencana liburan ke pantai? atau cuma sekedar hangout bersama teman-teman di cafe? Celana pendek, kemeja, jacket, cardigans, atau pun chino pants dari Ikat Indonesia bisa menemani saat-saat kamu bersantai, tapi tetap terlihat bergaya dan unik.

Semoga semakin banyak desainer muda Indonesia yang mengangkat citra kain tradisional ke kancah fashion berskala internasional.

Be Proud and Appreciate our nation’s heritage!



Sumber : wolipop

Tuesday, March 27, 2012

#Style : Chino Pants


(Chino Pants, from : GQ)
Belakangan Chino pants menjadi item fashion pria yang cukup happening di Indonesia. Kira-kira di pertengahan tahun 2011 brand lokal mulai meluncurkan produk Chino pants eklektik ini dengan model yang bervariasi. Chino pants lebih disukai oleh anak-anak muda atau professional muda, karena cocok digunakan baik dalam acara semi-formal atau pun casual.

Kata “Chino” sebenarnya berasal dari bahasa Spanyol untuk menyebut negri China. Orang-orang Spanyol menggunakan istilah Chino ini untuk menyebut celana berbahan twill (sejenis cotton) yang digunakan sebagai seragam tentara Amerika dan Inggris, yang memang di-import dari China. Bahan ini cocok digunakan sebagai seragam tentara karena termasuk bahan yang awet dan juga ringan. Barulah di tahun 1950-an Chino pants mulai populer di kalangan anak muda Amerika, terutama para siswa dan mahasiswa, karena adanya larangan untuk menggunakan celana jeans.

Chino pants saat ini telah didesain dengan model yang lebih keren dan moderen, dengan potongan slim-fit dalam warna-warna maskulin seperti khaki, olive green, navy blue atau pun dalam warna-warna yang cerah, ditambah dengan twist detail pada bagian kantong dan kancing. Tidak jarang pria muda di kota Jakarta senang mengenakan Chino pants sebagai variasi signature-style mereka untuk menemani aktifitas sehari-hari di tempat kerja yang dinamis, dan tetap bergaya saat hanging out bersama teman.
(Dark Grey Chino, by Satcas)
Nah, supaya bisa tampil lebih keren, kita bisa mix and match Chino pants dengan :
-    Top : work shirt (berbahan katun atau chambray), casual blazer, plaid shirt, stripes t-shirt, t-shirt polos.
-    Bottom (Shoes) : oxford dan derby (for business-casual look), boots berbahan kulit atau suede, loafer (untuk acara yang lebih santai).

Selain celana jeans, Chino pants juga menjadi fashion item esensial yang ada di dalam wardrobe pria. 

(Khaki Chinos by Hi Jack, from : Red And White Magazine)

(Light Grey Chino, by Hi Jack from : Red And White Magazine)

(Broken White Chino, by Hi Jack from : Red And White Magazine)




Sumber : Wikipedia, boaznyc.blogspot.com, wisegeek.com. 

Tuesday, March 20, 2012

#Event : GeekFest - Pesta Kolaborasi Para ‘Rock Star’ Industri Kreatif Indonesia


( Picture from : GeekFest)

Geek, sering kali diartikan sebagai sebutan bagi orang-orang yang passionate dan ahli di bidangnya masing-masing, terutama di bidang kreatif. Apa jadinya jika para Geek yang bergerak di industry kreatif ini berkumpul di dalam sebuah festival?

Pada tanggal 31 Maret – 1 April 2012 nanti, Sabuga-Bandung akan menjadi saksi dari pergelaran sebuah festival yang pertama kalinya diadakan di Indonesia dengan mengkolaborasikan musik, film, game dan multimedia kedalam sebuah wadah teknologi. Festival yang diinisiasi oleh Fowab (Forum Web Anak Bandung) bersama Kibar Kreasi ini  nantinya akan terdiri dari berbagai rangkaian acara seperti pertunjukan, seminar, talkshow dan pameran yang disajikan kedalam bentuk hiburan yang akan memberikan pengalaman yang berbeda.

Dengan digelarnya GeekFest ini diharapkan dapat menjadi sebuah wadah yang mendukung bakat anak-anak muda Indonesia dalam bidang musik, film, game, multimedia dan teknologi, agar lebih dikenal di masyarakat luas sehingga bisa mendapatkan apresiasi yang lebih besar. Seperti yang dikatakan oleh salah satu inisiator Fowab, Yohan Totting yang dikutip dari website GeekFest : “Melalui GeekFest, kami ingin memperlihatkan bahwa anak muda Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di bidang industri kreatif. Sudah sangat banyak karya anak bangsa yang sukses di tingkat dunia, tapi belum begitu terdengar gaungnya. Padahal mereka inilah rock star yang sesungguhnya, yaitu yang menciptakan karya kreatif dengan level internasional.”

Well, this is going to be an epic festival. Get ready to meet our new ‘Rock Stars’! 
*More info, visit http://geekfe.st or follow @GeekFestID #GeekFestID. 

Thursday, March 15, 2012

#Arts : Melayang Dengan Teknik Levitasi


(from : yowayowacamera.com ,by  Natsumi Hayashi)

Terbang melayang layaknya seorang super hero adalah salah satu impian kita di masa kanak-kanak dulu. Levitasi seakan bisa mewujudkan impian masa kecil kita itu, meskipun cuma dalam selembar foto.

Ya, postingan kali ini masih berisi tentang salah satu teknik kreatif fotografi yang saat ini lagi happening, levitasi. Saya ingat, pertama kali melihat teknik fotografi ini melalui sebuah display picture BBM milik seorang teman dan juga look book (catalog) dari salah satu produk fashion lokal. Di look book itu terlihat model yang seolah-olah terbang melayang dengan ekspresi wajah yang datar, kesannya mereka ini bisa melayang secara alami, gak dibuat-buat. Persis seperti makhluk halus yang gak napak itu, nah loh? :p.

Levitasi yang dalam bahasa Inggris adalah levitation, merupakan proses dimana sebuah objek melayang melawan gaya gravitasi bumi dalam posisi yang stabil (Wikipedia). Seperti teknologi yang diadaptasi oleh kereta super cepat di Jepang, dengan menggunakan medan magnet. Kemudian akhirnya hal ini memberikan inspirasi bagi para fotografer untuk membuat teknik fotografi yang disebut levitasi. Sebuah teknik fotografi yang membuat suatu objek seolah-olah melayang tanpa menggunakan alat bantu.

Entah siapa yang pertama kali menemukan teknik levitasi, namun mesin pencari Google (dengan key word levitation photography) memunculkan nama seorang wanita Jepang yang bernama Natsumi Hayashi dalam halaman pertamanya. *Berikut alamat blog miliknya http://yowayowacamera.com.

Nah, berawal dari melihat blog Natsumi Hayashi ini, @goenrock dan @danaOktiana menginisiasi sebuah komunitas fotografi levitasi Indonesia yang dinamakan Levitasi Hore http://levitasihore.tumblr.com/. Jadi buat kalian yang tertarik untuk belajar bisa mampir ke tumblr mereka, atau follow @LevitasiHore di twitter.
(Screen Shot of Levitasi Hore Website)

Walaupun keliatannya model di fotografi levitasi ini terlihat effortless dengan ekspresi muka yang datar, tapi untuk mendapatkan gambar yang keren membutuhkan berbagai trik dan juga kesabaran (apalagi bagi newbie). Sang model harus melompat dengan pose tertentu yang tidak terlihat seperti sedang melompat, tapi seolah-olah melayang tanpa bantuan apapun. Sementara fotografer pun harus bisa mengatur kameranya sehingga bisa menghasilkan frozen moment melayang yang tepat. Berikut tips-tips dalam fotografi levitasi tanpa editing yang dikutip dari tumblr Levitasi Hore :

·    Fotografi levitasi berbeda dengan Jump Shot. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami tanpa terlalu banyak ekspresi wajah.
·  Foto levitasi tanpa editing dapat dilakukan dengan kamera professional (DSLR) maupun kamera biasa (kamera ponsel, pocket cam)
·  Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa memanfaatkan Burst Mode (Continuous Shooting). Dengan sekali menekan tombol shutter, langsung menghasilkan beberapa jepretan sekaligus. Foto-foto hasil jepretan dengan Burst Mode dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang paling pas mendapatkan moment “melayang”
·   Foto levitasi dapat dilakukan dengan kamera non-professional, namun lebih tricky karena mengandalkan ketepatan menekan tombol rana saat model melompat.
·    Pastikan cahaya cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.
·   Gunakan shutter speed tinggi untuk menangkap model yg melayang dengan lebih fokus (freeze motion). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed tinggi.
·    Gunakan low angle, agar model terlihat tinggi melayang.

(from: web100.com)

So, selamat mencoba and… have fun! J


Sumber : Levitasi Hore, Wikipedia, Kaskus

Friday, February 24, 2012

#Arts : [Toy Camera] "Don't Think, Just Shoot!" - Kodak


(from : ajeng14rofifa.blogspot.com)

Sekilas toy camera memang terlihat seperti mainan, namun kamera jenis ini benar-benar bisa berfungsi dengan baik untuk memotret, malah dapat menghasilkan gambar dengan efek yang unik dibandingkan dengan hasil jepretan dari kamera profesional.

Istilah toy camera sendiri merupakan sebuah istilah dalam bidang fotografi untuk menunjuk pada kamera film analog yang memiliki fitur simple dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan kamera professional. Kamera jenis ini biasanya terbuat dari bahan plastik dan memiliki desain yang unik dengan warna-warna yang cerah. Walaupun memiliki keterbatasan dengan lensanya, tapi toy camera justru mampu menghasilkan gambar dengan efek artistik. 

Kamera Lomo
(Holga. from: Lomonesia)
(Diana. from : Lomonesia)
LOMO adalah singkatan dari  (Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie). Untuk pertama kalinya kamera Lomo diproduksi oleh Lomo Russian Arms and Optical (sebuah pabrik senjata dan alat-alat optik Uni Soviet) dengan cara memodifikasi kamera dari Jepang Cosina CX-1. Kamera Lomo itu dinamakan Lomo Kompakt Automat atau dikenal dengan Lomo LC-A.

Tahun 1991 mahasiswa asal Wina, Austria yang bernama  Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger, kembali mempopulerkan kamera Lomo LC-A dengan cara memotret di kota Praha melalui cara-cara yang tidak biasa seperti fotografer kebanyakan. Kedua mahasiswa ini pun akhirnya berhasil melakukan kerja sama dengan pabrik Lomo di St. Petersburg untuk kembali memproduksi kamera Lomo LC-A dalam jumlah yang besar.

Sesuai dengan perkembangan zaman, kamera Lomo pun diproduksi dengan beragam jenis sesuai dengan fitur dan lensa yang digunakan. Misalnya Action Sampler (menghasilkan foto dengan 4 bagian), Colorsplash (menghasilkan foto dengan warna yang tidak biasa), dan Fisheye (menghasilkan foto berbentuk bulat seperti mata ikan). 

(colorsplash from : Lomonesia)

(from : pratiwigaluhputri.blogspot.com)


Toy camera Underwater



(Aquapix. from : aliexpress.com)

Selain kamera Lomo ada juga toy camera yang bisa digunakan untuk memotret objek di dalam air (dengan kedalaman tertentu). Selain harganya yang murah, kamera ini juga bisa menghasilkan efek artistik di dalam air. Salah satunya adalah aquapix, terbuat dari bahan plastik dengan waterproof casing yang bisa dilepas. Moment yang seru saat snorkeling atau pun saat melakukan water sport lainnya dapat didokumentasikan dengan cara yang lebih fun.

(from : akoskiosonline.blogspot.com

Jadi, apa kalian tertarik untuk mulai memotret menggunakan toy camera? Hmm… dengan harga kamera yang relatif murah dan tidak memerlukan skill fotografi yang mumpuni, toy camera sepertinya cocok digunakan untuk having fun dan mengekspresikan diri kalian. Tapi tunggu dulu, supaya dapat menghasilkan gambar yang maksimal ada baiknya bagi kita untuk membaca dan mempraktekan 10 peraturan yang disebut 10 golden rules (from Wikipedia) :

1. Take your LOMO everywhere you go.
Bawalah kamera Lomo anda kemanapun anda pergi, karena dimana pun anda dapat menemukan obyek foto yang tak terduga.
2. Use it anytime - day or night.
Pakailah kamera Lomo anda tanpa batas. Pakai kamera Lomo anda baik siang maupun malam, kapan saja di berbagai situasi dan kondisi.
3. Lomography is not an interference in your life, but a part of it.
Jadikanlah Lomografi sebagai bagian dari diri anda dan nikmatilah waktu anda memotret suatu obyek dengan kamera Lomo.
4. Shoot from the hip.
5. Approach the objects of your Lomographic desire as close as possible.
Dekati obyek foto anda sedekat mungkin selain karena kamera Lomo umumnya tidak ada zoom, harus ada feel tersendiri antara anda dengan obyek foto.
6. Don't think.
     Jangan berpikir, gunakan hati dan penglihatan anda.
7. Be fast.
    Cepat dalam memotret suatu obyek foto, anda tidak perlu banyak berpikir/berteknik.
8. You don't have to know beforehand what you've captured on film.
    Anda tidak perlu terlalu memikirkan gambar seperti apa yang akan anda ambil.
9. You don't have to know afterwards, either.
     Anda juga tidak perlu memikirkan bagaimana hasil dari gambar yang telah anda ambil.
10. Don't worry about the rules. ;)

Nah, untuk menambah pengetahuan mengenai toy camera (khususnya kamera Lomo) dan juga untuk menambah pertemanan, kalian bisa bergabung dengan komunitas Lomografi di Indonesia, salah satunya Lomonesia yang juga membuka gerai yang menjual produk-produk kamera Lomo dan aksesorisnya di Jakarta.

So, what are you waiting for? “Don’t think, just shoot!” – Kodak.

(sumber : Wikipedia, Lomonesia)



Tuesday, February 7, 2012

#Culture : Stop Motion In Action


(from : joystiq.com)


Meskipun proses pembuatan film animasi saat ini telah menggunakan teknologi yang canggih, tapi masih ada animator/filmmaker yang memilih membuat film animasi dengan teknik stop motion.

Apa itu stop motion?
Stop motion adalah sebuah teknik animasi dalam memanipulasi objek secara fisik, sehingga objek tersebut terlihat seperti bergerak sendiri. Secara lebih sederhana, dengan menggunakan teknik stop motion ini sang animator/filmmaker menggerak-gerakan objek yang berupa boneka, model atau gambar dengan memindahkan posisinya secara perlahan-lahan menggunakan tangan, lalu setiap gerakan itu direkam oleh kamera foto (frame). Nah, setiap gerakan yang telah terekam dalam foto kemudian disusun berurutan sehingga menimbulkan efek yang bergerak. Sekilas mungkin mirip dengan pembuatan film kartun/animasi klasik berbasis gambar, seperti yang dilakukan pertama kali oleh Walt Disney dengan tokoh Mickey Mouse itu.

Sedangkan objek yang digunakan dalam stop motion kebanyakan menggunakan boneka dengan moveable joints, sehingga bagian-bagian dari boneka tersebut dapat digerakan dengan mudah. Atau menggunakan clay (lilin/malam).

Perkembangan stop motion
Animasi stop motion, konon pertama kali diperkenalkan oleh Albert E. Smith dan J. Stuart Blackton dalam The Humpty Dumpty Circus (1897). Sedangakan untuk saat ini kita telah menikmati film animasi stop motion terkini dari Tim Burton lewat karyanya dalam Corpse Bride (2005), film ketiganya setelah The Nightmare Before Christmas dan James and The Giants Peach yang mendapatkan nominasi Academy Award. Lalu di tahun 2009 Laika dan Henry Selick untuk pertama kalinya memperkenalkan film animasi stop motion 3D dalam Coraline, yang masuk dalam nominasi Academy Award dan Golden Globe untuk Best Animated Feature.

Kenapa memilih menggunakan teknik stop motion?
Bagi para animator/filmmaker yang lebih memilih menggunakan teknik stop motion dalam membuat film animasi, memiliki pertimbangan akan efek yang lebih real (karena menggunakan objek nyata), tekstur objek yang lebih terlihat jelas, dan memiliki feel yang unik. Misalnya pada pembuatan TV commercial Yupi di Indonesia yang menggunakan permen aslinya sebagai objek stop motion, ternyata berhasil mempresentasikan tekstur permen yang transparan, kenyal dan menggemaskan. Walaupun proses pembuatan animasi stop motion ini bisa dibilang rumit dan membutuhkan kesabaran yang lebih, tapi rasanya terbayar dengan melihat hasilnya. ;)
(a Dino yupi. from : tekno kompas)
Stop motion di Indonesia
Belakangan ini para animator stop motion lokal banyak bereksperimen dengan menggunakan paper toy. Seperti video klip dari Bottlesmoker, duo elektronik lokal ini mengusung konsep stop motion dalam salah satu lagu mereka Le Voyage. Ada juga yang membuat stop motion movie dengan menggunakan paper toy tokoh pewayangan Gatot Kaca, seperti yang dilakukan oleh Salazad, seorang penggiat paper toy di Bandung. Ini bisa jadi film alternatif di Indonesia yang mengangkat cerita berlatar budaya bangsa. Kerenn..ya!
(Scene of Bottlesmoker's video clip. from : gigsplay)
(Stop motion movie by : Salazad)































What You Should Watch?
Oh yaa, untuk menambah referensi dalam teknik animasi stop motion saya rekomendasikan untuk melihat karya-karya imajinatif dari Mikey Please, seorang freelance animator dan filmmaker di London. Mikey Please telah bergerak dalam pembuatan film animasi 2D, live action dan CGI, tetapi film animasi favoritnya tetaplah animasi stop motion. Karena menurutnya stop motion itu terlihat lebih nyata dan sangat indah. (via Nylon Guys)
(website screen shot)

Jadi, gimana guys? mulai tertarik dengan stop motion? Kalau mau mulai belajar dengan teknik yang lebih mudah kalian bisa coba mampir ke http://ilmuphotoshop.com/2009/07/09/cara-membuat-stop-motion-movie/. Mudah-mudahan postingan #Culture kali ini bisa menjadi inspirasi buat kalian guys. :)


Sumber : Wikipedia, gigsplay, Nylon Guys Indonesia, Indonesia Kreatif, Tekno Kompas