Slide Show

  • Everyday I'm shufflin!
  • Break the physical and mental obstacles
  • Area Eksplorasi Kreatifitas dan Inovasi Anak Muda Indonesia
  • Teknik Fotografi Yang Membuat Kita Tampak Melayang
  • Dalam Nuansa Casual, Urban dan Maskulin

Tuesday, January 10, 2012

#Spot : Mengintip Kantor Kreatif ala Kaskus, Google, Facebook dan Twitter

Kantor tempat kita bekerja itu identik dengan desain interior berupa cubicle yang monoton. Tidak jarang biasanya cubicle itu kita tata dengan sekreatif dan senyaman mungkin, agar kita bisa bekerja dengan maksimal. Nah, berbeda dengan kantor-kantor yang seperti biasanya, desain kantor Kaskus, Google, Facebook dan Twitter ini terkesan 'nyeleneh' dan tidak mengikuti tata perkantoran yang kaku :p. Berada di dalam kantor ini kita tidak seperti sedang  bekerja, tapi seperti sedang bermain dan berkarya. Yuk, kita intip beberapa desain interior dari kantor-kantor kreatif ini, yang diambil dari berbagai sumber.

Kaskus Playground
Kaskus sendiri menyebut-nyebut Head Quarter Office mereka dengan sebutan 'playground', bukannya kantor. Ini dia desain interior Kaskus playground yang unik dan gak kalah keren dengan perusahaan sebesar Google, Facebook dan Twitter.

(from : antaranews)

(salah satu ruangan dengan pintu tersembunyi. from : soundofmovement.com)































(suasana di salah satu ruangan Kaskus. from : foto baru news)

(wahh, ada ruangan untuk main games. from : foto baru news)














Google Office
Dan ini adalah desain interior kantor ala Google.

(front office yang desainnya kece banget. from : 1dak)
(seorang karyawan sedang bermain billiard. from : cybernet news)
(susana kantin untuk karyawan Google. from : homedesigninterior.us)
(nah, ini desain cubicle yang unik. from : office design gallery)
(salah satu ruangan meeting. from : office design gallery)


















Facebook Office
Kalau yang satu ini adalah desain markas salah satu social media terbesar di dunia.

(desain interior dan ekterior markas facebook. from : office design gallery)
(suasana di salah satu sudut facebook office. from : inc)
(bahkan sepeda fixe dibawa ke dalam kantor. from : office snspshots)
(bisa nge-DJ dulu nih. from : home-designing)
(kantin punya facebook. from : office design blog)


















Twitter Office
Dan yang terakhir adalah desain interior dari Head Quarter Office milik social media yang lagi hits, Twitter.

(front office twitter. from : urbanpeek.com)
(salah satu ruangan meeting twitter. from : everythingdesign.com)

(salah satu sudut cubicle markas twitter. from : flickriver.com)
(salah satu lounge milik twitter. from : porhomme.com)
(salah satu sudut kantor milik twitter. from : prasetio30hubpages.com)
(salah satu sudut kantin yang terkesan moderen. from : superizon.com)
(salah satu sudut pantry twitter. from : homedit.com)

Gimana? Keren-keren ya desain interior kantor kreatif ala Kaskus, Google, facebook dan twitter ini. Hal ini mereka lakukan selain sebagai branding bagi perusahaan, juga tentunya sebagai salah satu cara untuk menigkatkan daya kreatifitas para karyawannya. Kapan ya, bisa punya kantor sendiri yang keren kayak gini? *pray*

Tuesday, January 3, 2012

#Book Review : #UltimateU


Happy New Year guys! *tiup terompet* :D

Biasanya nih, menjelang tahun yang baru itu identik dengan resolusi, ya…resolusi di tahun 2012. Hayooo… kalian sudah menulis resolusi di tahun 2012? Buat yang belum, tenang aja… belum terlambat ko untuk membuat resolusi *mumpung hari ini masih hari ketiga di tahun 2012*.

Ngomong-ngomong tentang resolusi, saya jadi ingat dengan sebuah “colekan” dari penulis kolom #ultimateU @ReneCC ,yang saya baca pada hari sabtu tanggal 30 Desember di Kompas : “Pertanyaan paling relevan bukan lagi “apa resolusimu pada tahun 2012?” Namun, “apa yang harus benar-benar berbeda dari dalam diri agar tahun 2012 jadi seru, asyik, dan bermakna?”

Saya sendiri setelah membaca kalimat tersebut mendadak tersadarkan. Biasanya kita membuat resolusi itu berdasarkan keinginan, keinginan mendapat pekerjaan yang nyaman, keinginan dapat gaji yang lebih besar, keinginan untuk memiliki pacar *ehh… bukan curcol* (sounds familiar to you? :p) dan banyak keinginan-keinginan lainnya. Namun, kita lupa bagaimana mempersiapkan diri untuk mencapai keinginan tersebut. Lebih seru, kalau resolusi yang kita buat itu adalah bagaimana membuat diri kita lebih “keren” di tahun-tahun mendatang, sehingga kita bisa menjalani tahun-tahun mendatang dengan lebih bermakna.

Nah, ini ada buku yang menurut saya wajib dibaca sebagai bahan kita untuk membuat resolusi yang lebih seru di tahun 2012, Your Journey To Be The #UltimateU by Rene Suhardono. Buku ini merupakan kumpulan dari tulisan @ReneCC di kolom #UltimateU harian Kompas setiap hari Sabtu. Disini kalian bisa membaca pengalaman dari @ReneCC dan sederet orang-orang “keren” lainnya, yang isinya mengajak kita untuk selalu berusaha menjadi versi yang terbaik dari diri kita, melalui passion, purpose dan value. Selain itu buku ini juga dilengkapi dengan 40 stiker foto instagram keren karya para penulis yang bisa ditempelkan di tiap halaman pembuka masing-masing bab.

#UltimateU


Thursday, December 29, 2011

#Events: World Press Photo 11


(from amazon.com)

World Press Photo is the world’s largest and most prestigious annual press photography contest, that organized by an independent organization in Amsterdam since 1955. The prizewinning photographs are assembled into a travelling exhibition in some 45 countries worldwide. And Indonesia is one of the 2011 world press photo exhibition destination. There are 8 prizewinning categories: Spot News, General News, People In The News, Sports, Contemporary Issues, Daily Life, Portraits, Arts and Entertainment, and Natures. These prizewinning photographs are being exhibited at Pacific Place Jakarta, presented by Media Indonesia, Kingdom of Netherlands, and Pannafoto Institute, from 16 December 2011 – 4 January 2012. Rahni Lowhur Schad, the President Director of Media Indonesia (Sponsor of World Press Photo Exhibition in Indonesia) as featured in foreword of World Press Photo catalogue, said “Our goal is to not only educate the public about the power of photography but also to raise the sense of appreciation towards printed media”.

Well, if you have interest in photography, especially in press photography, you won’t miss such of this cool event. 

Thursday, December 22, 2011

Jakarta Biennale #14.2011 – Pameran Seni Rupa Di Ruang Publik Jakarta


Yup! Ajang pameran seni rupa internasional dua tahunan yang dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta, kali ini hadir kembali di bulan Desember 2011 – Januari 2012. Dengan mengusung tema “Maximum City : Survive Or Escape? “, Jakarta Biennale #14 mengajak 180 seniman baik lokal maupun internasional untuk memamerkan karya seni rupa kontemporer, berdasarkan interpretasi masing-masing mengenai segudang permasalahan kota Jakarta yang sudah sesak. Nah, yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini kita bukan hanya bisa melihat hasil karya seni rupa kontemporer di galeri saja, tapi juga di ruang publik Jakarta mulai dari taman kota, pos polisi, underpass, sampai tiang-tiang pancang monorail. Semoga gelaran acara ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat dan juga pemerintah kota terhadap seni. Sehingga nantinya memberikan kontribusi dalam pembangunan kota Jakarta di masa depan. So Jakarta people, do you want to survive or escape?

*For more details visit www.jakartabiennale.org , and go follow @JakartaBiennale *

(Mural pada dinding tiang pancang. From : detikfoto.com)
(Instalasi jembatan karya kelompok "12 Pas"di kawasan Manggarai. From : kompas.com)

(Karya dari komunitas WPAP, di Taman Ayodya. From : inilah.com)










Saturday, December 3, 2011

#Event : Road To Jakarta Blues Festival 2011

Road To Jakarta Blues Festival adalah acara 'pemanasan' dari Jakarta Blues Festival, yang merupakan festival blues terbesar se-Asia Tenggara yang akan diselenggarakan pada bulan Desember ini. @america menjadi venue dari gelaran kedua Road To Jakarta Blues Festival yang diisi dengan acara sharing mengenai musik blues, coaching clinic dan juga performance dari Bagas, Ginda And The White Flowers, Andre Harihandoyo And Sonic People, juga special appearance by Abdee Slank. 





Friday, December 2, 2011

#Event : Website Launching localbrand.co.id

Dunia fashion lokal Indonesia kini diramaikan oleh kehadiran sebuah 'online fashion mall' yang bernama localbrand.co.id. Dengan konsep virtual mall yang menawarkan produk-produk fashion lokal secara online, localbrand.co.id diharapkan dapat menjadi sebuah platform yang dapat membantu mengembangkan dan mempromosikan brand-brand lokal ke seluruh wilayah Indonesia dan juga tentunya ke dunia internasional. 

Sesuai dengan tagline-nya : "Live simply, Go local", localbrand.co.id mengajak masyarakat khususnya anak-anak muda untuk hidup lebih simple dengan menggunakan brand lokal. 

And these are the fashion show at website launching localbrand.co.id  : 











Sunday, October 9, 2011

#Random Notes : “Stay Hungry, Stay Foolish”

(From : official website of Apple)

Baru saja hari Rabu tanggal 6 Oktober 2011 kemarin, dunia telah kehilangan salah satu inovator yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia di era digital ini, Steve Jobs. Bukan saja perangkat-perangkat digital dengan teknologi tercanggih yang telah berhasil dibuatnya, tapi visi, misi dan pemikirannya mengenai kehidupan juga ikut menginspirasi dunia.

Perangkat  keluaran Apple memang sudah tidak asing lagi buat kita, mulai dari ipod, iphone, ipad,… *you name it*. Begitu banyak orang-orang di dunia ini yang sudah akrab dengan gadget-gadget dari Apple. Tidak aneh, kalau juga begitu banyak orang-orang di dunia ini yang menyampaikan bela sungkawa atau pun ucapan terima kasih kepada Steve Jobs. Bahkan sempat menjadi beberapa trending topics di twitter. Padahal kebanyakan dari mereka tidak kenal dengan Steve Jobs. Mereka hanya para pengguna Apple. Tapi mereka sudah merasa menjadi bagian dari Apple.

Memang saya bukanlah “penggila” Steves Jobs dan perangkat Apple-nya. Perangkat Apple pertama yang saya punya sampai sekarang ini adalah sebuah ipod. Tapi sejak kematiannya, setelah membaca perjalanan hidupnya, juga pidatonya, semakin saya yakin bahwa Steve Jobs telah berkontribusi besar kepada dunia. Dan saya bisa bilang sekarang saya adalah salah satu “penggilanya”.

ipod yang dulu saya lihat hanya sebagai perangkat pemutar musik, atau video yang menemani hari-hari saya. Sekarang saya bisa melihatnya sebagai sumber inspirasi saya. Dalam ipod itu terdapat “cerita-cerita” bagaimana Steve Jobs dengan passion-nya telah berhasil mengubah cara pandang dunia. 
Kembali lagi ke judul tulisan ini, “Stay Hungry, Stay Foolish” (Jangan cepat puas, selalu merasa bodoh). Itu adalah kata-kata yang diucapkan Steve Jobs dalam pidatonya di depan wisudawan Stanford. Jujur, pidatonya ini baru saja saya baca setelah Steve Jobs meninggal dunia.  Dan entah kenapa pidato ini begitu menginspirasi saya.

“Stay Hungry”, bukan berarti mengajarkan kita untuk serakah dan tidak bersyukur atas segala yang telah diberikan oleh Tuhan. Tapi malah mendorong kita untuk bisa selalu melakukan yang terbaik, dan selalu belajar dari kesalahan.

“Stay Foolish”, bukan berarti merasa bodoh di depan orang-orang. Tapi selalu merasa pengetahuan yang dimiliki masih kurang, sehingga mendorong rasa keingintahuan kita.  

Masih dari pidatonya yang sama di Stanford, Steve Jobs juga menceritakan keberaniannya dalam mengambil keputusan. Dia rela Drop Out dari kuliah, karena merasa selama kuliah itu ia tidak melihat manfaatnya dan tidak tahu apa yang akan dilakukan dalam hidupnya. Keputusannya itu awalnya memang menakutkan bagi dirinya, tapi setelah DO barulah Steve Jobs menemukan passion-nya. “Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life.”- Steve Jobs J

Kalau saja Steve Jobs tidak DO, merasa cepat puas dan merasa sudah pintar, bisa dipastikan tidak ada sederetan gadget Apple, dan bahkan tidak ada kemajuan teknologi informasi seperti sekarang ini.
Jadi buat yang masih kuliah, tidak harus DO seperti Steve Jobs. Jangan jadikan background pendidikan sebagai salah satu cara dalam menemukan passion. Passion itu sudah ada dalam setiap diri manusia, masalahnya ada pada kemauan diri kita untuk mengetahuinya. “Think less, feel more”- Rene Suhardono. J

* Pidato selengkapnya : http://sosok.kompasiana.com

(sumber: Kompasiana)