Slide Show

  • Everyday I'm shufflin!
  • Break the physical and mental obstacles
  • Area Eksplorasi Kreatifitas dan Inovasi Anak Muda Indonesia
  • Teknik Fotografi Yang Membuat Kita Tampak Melayang
  • Dalam Nuansa Casual, Urban dan Maskulin

Friday, July 20, 2012

#Event: San Diego Comic-Con 2012



(from : slate.com)
Berkumpul dengan para pencinta komik, bertemu dengan para jagoannya, melihat bocoran (teaser) film-film box-office langsung dari orang-orang yang ada di balik layar, juga bisa melihat langsung para pemeran utamanya. Apalagi yang kurang dari festival Comic-Con ini? *melihat dengan mata nanar*

Buat kamu yang masih belum 'ngeh' dan mungkin juga yang baru 'ngeh' (seperti saya), San Diego Comic-Con 2012 adalah acara tahunan terbesar (termasuk keempat terbesar di dunia) yang menampilkan komik, Sci-fi film dan berbagai kultur pop (pop-culture) mulai dari horror, anime, manga, toys, video games, dan fantasy novel, yang digelar di San Diego, California, US selama 4 hari.

(from : herocomplexlatimes.com)
(from : getty images)
Selama 4 hari para pengunjung di San Diego Comic-Con, telah dimanjakan dengan berbagai eksebisi dari para publisher komik, video games dan sci-fi film. Selain itu juga ada acara seminar, dan workshop dari para professional di bidang komik.










Yang juga menambah suasana festival (saya pake istilah festival yang lebih akrab ditelinga kita) semakin meriah adalah adanya kontes kostum, jadi bukan saja pihak exhibitor dari Comic-Con yang ramai-ramai menggunakan kostum para super heroes, tapi para kontestan pun gak mau kalah beraksi.

Dan... masih banyak acara-acara seru lainnya. Tapi yang paling ditunggu-tunggu pengunjung adalah untuk melihat 'bocoran' film-film (sci-fi) box-office. Ya, Comic-Con juga digunakan oleh para filmmaker untuk mempromosikan filmnya. Melalui penayangan video teaser misalnya, bisa membuat rasa penasaran para pengunjung terhadap sebuah film semakin menjadi-jadi.

(from : myspace.com)
Dari situs myspace, disebutkan ada banyak film-film dengan genre sci-fi yang memberikan 'bocoran' tentang filmnya. Diantaranya, “The Hobbit”, film yang mengambil cerita dari karakter Hobbit di trilogy Lord Of The Rings ini, menayangkan video teaser yang juga berisi gambaran dibalik layar. Sang sutradara Peter Jackson dan pemeran utama Elijah Wood bahkan berbicara langsung kepada publik mengenai film terbaru mereka.

Tidak ketinggalan tokoh-tokoh seperti Superman (yang akan di-reebot dengan judul “Men Of Steel”), dan Iron Man (dengan sekuel terbaru Iron Man 3) telah memperkenalkan judul film terbarunya. Begitu juga dengan berbagai judul tv series seperti, Vampire Diaries, Supernatural, Dexter, True Blood, dan banyak lagi judul tv series lainnya dengan genre yang sama, ikut berpromosi disini.

Well, meskipun cuma bisa menikmati Comic-Con melalui dunia maya, tapi sudah bisa terbayang seperti apa rame dan serunya suasana disana. Apalagi kalau kita punya kesempatan buat berkunjung kesana.

#Event: Underground Catwalk in a Moving Metro Train

(from : commercialappeal.com)

Ada yang berbeda dengan pergelaran fashion show di Berlin ini. Catwalk, tempat dimana para model mempresentasikan busana karya sang desainer itu, bukan lagi berada di dalam suatu ruangan. Tapi dipindahkan ke dalam sebuah kereta bawah tanah, yang akan bergerak (Metro train).

Gelaran fashion show yang jadi salah satu rangkaian dalam Berlin Fashion Week 2012 (2-8 Juli 2012) dan diberi nama “The Underground in a Moving Train” ini, menampilkan karya-karya desainer dari 14 label. Sesuai dengan temanya Underground, para model pun terlihat mengenakan berbagai busana bergaya ala street style, rock couture, gothic, sampai ke gaya khas anak punk.

(from : befashionstyle.com)
Yang jadi pertanyaan, “Gimana cara mereka mengatur jalannya acara fashion show yang digelar di dalam angkutan publik ini ya?”. Pastinya disini ada peran pemerintah setempat yang ikut membantu supaya acara ini bisa berjalan dengan lancar, tanpa mengganggu sistem transportasi publik di kota. Tiket yang hanya dijual untuk usia 18+ dengan jumlah yang terbatas juga jadi salah satu cara supaya para pencinta fashion bisa menikmati Underground Catwalk yang aman dan juga nyaman. Selain adanya pengaturan jalur kereta secara khusus. Gak mungkin kan, kalau kereta ini harus berhenti di tiap stasiun, dimana orang-orang bergantian keluar-masuk kereta. Apalagi kalau inget Commuter Line (KRL) disini yang selalu kelebihan daya angkut. Modelnya mo jalan dimana? -,-

(from : timesofmalta.com)
Well, tanpa mau mengomentari lagi tentang pelayanan Commuter Line di Jabotabek, Underground Catwalk ini bisa dibilang kreatif banget dan gak mainstream.  

Kapan ya di Jakarta ada fashion show atau festival yang mengambil kultur street-style secara besar-besaran dan digelar di jalanan? *tapi tanpa menambah kemacetan Jakarta loh :P


Monday, July 9, 2012

#Event : Helar Fest 2012 : Festival Kreatif Di Ruang Publik Kota Bandung


(Poster, from : seputar-bandung.com)

Ruang publik memang seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kelangsungan hidup warga kota dengan lingkungannya. Tapi ironisnya kini masih ada ruang publik seperti taman kota,  dan sungai yang nasibnya menjadi tidak terawat dan terabaikan oleh warganya. Menjawab persoalan itu, sekumpulan komunitas-komunitas kreatif di Kota Bandung menggelar Helar Fest 2012, untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga dan merawat ruang publik di kotanya.

Rasanya gak akan ada habis-habisnya menyebutkan satu-persatu ide-ide kreatif yang bermunculan dari kota Bandung, kota yang sedang gencarnya membangun ekonomi kreatif. Melalui Bandung Creative City Forum, berbagai kegiatan kreatif telah dilahirkan untuk menjawab berbagai permasalahan kota, dan meningkatkan citra kota Bandung sebagai kota kreatif.

Salah satu kegiatan kreatif yang sedang berjalan adalah Helar Fest 2012. Festival yang terdiri dari rangkaian berbagai kegiatan kreatif seperti pertunjukan musik, kuliner, gathering komunitas, seni instalasi dll itu, telah diselenggarakan dua kali di tahun 2008 dan 2009.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Helar Fest 2012 kali ini akan memanfaatkan ruang publik sebagai media dari berbagai kegiatan kreatif. Hal ini juga dijelaskan dalam website Bandung Creative City Forum. “Helar Fest 2012 akan mencoba untuk merespon dan mengaktivasi 4 ruang publik yaitu Hutan, Taman, Kampung dan Sungai”.

(Laser show at Babakan Siliwangi, from: Pikiran Rakyat Online)
Kawasan Babak Siliwangi menjadi rangkaian pertama gelaran Helar Fest 2012, yang diberi nama Lightchestra. Pada tanggal 5-7 Juli yang lalu, Kawasan yang telah dinobatkan sebagai Hutan Kota Dunia itu diramaikan dengan pertunjukan Laser dan konser musik. Menurut ketua Helar Fest 2012, Galih Sedayu kepada bisnis-jabar.com, hal ini bertujuan agar keberadaan Hutan Kota Dunia, Babakan Siliwangi direspon oleh masyarakat.

Agenda Helar Fest 2012 selanjutnya akan memanfaatkan area taman kota Gasibu untuk festival kuliner, area kampung kota Tamansari sebagai media pembuatan mural, dan area sungai Cikapundung untuk Olimpiade air dan teater terapung.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai agenda Helar Fest 2012 bisa langsung mengunjungi website Bandung Creative City Forum atau twitter @HelarFestBdg .

Semoga semangat teman-teman di Bandung untuk memanfaatkan dan menjaga ruang publik ini bisa menular ke kota-kota lainnya.


Sumber : www.bisnis-jabar.com, www.bccf-bdg.com


Friday, June 29, 2012

#Art : Street Photography


(from: stevehuffphoto.com)
Jalanan kota dimana orang-orang dengan segala karakteristiknya berlalu-lalang dan melakukan berbagai aktifitas, telah menginspirasi sebagian fotografer untuk mengabadikannya kedalam selembar foto.

Ya, istilah street photography memang udah gak asing lagi di telinga kita. Teknik foto jalanan ini dipopulerkan oleh Henri Cartier-Bresson (1908 -2004), seorang fotografer asal Perancis yang pada saat itu menggunakan kamera Leica berformat 35mm. Sejak saat itu kamera Leica jadi sering dikaitkan dengan street photography.

(Henri's Leica Camera, from: wikipedia)
Street photography termasuk kedalam documentary photography, dimana teknik pengambilan gambar objeknya dilakukan secara candid di tempat-tempat publik seperti, jalanan, taman, pantai, mall dan lain-lain (Wikipedia).

Seperti yang telah ditulis dalam blog fotografi memangterlalu.blogspot.com, secara spesifik street photography itu tidak terbatas pada jalanan, tetapi lebih kepada interaksi-interaksi yang terjadi di tempat-tempat umum. Untuk itu seorang street photographer harus memiliki ‘feel’ yang peka terhadap lingkungan sekitar mulai dari garis, bayangan, bentuk benda, manusia dan segala unsur kehidupan lainnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh seorang street photographer yang berbasis di California, Eric Kim, “Hal yang paling indah dari street photography adalah anda bisa mengambil sebuah potret kehidupan yang nyata dan mengabadikannya untuk selamanya”. Untuk mengabadikan momen yang menarik tersebut, tidak melulu membutuhkan kamera dengan teknologi yang canggih dan mahal. Yang lebih dibutuhkan adalah passion dan rasa keingintahuan sang photographer.

Nah, bagi kalian yang ingin belajar untuk mengasah skill dalam street photography. Eric Kim membeberkan cara-caranya :
-  Get closer, untuk mendapatkan hasil foto yang lebih intimate dengan objek.
-  Shoot people’s faces, jangan mengambil gambar bagian belakang orang.
-  Focus on telling stories, dengan begitu foto yang didapatkan memiliki cerita yang kuat.
-  Don’t ask permission, sehingga bisa mendapatkan foto candid yang menarik.
-  Go wide, memberikan fokus tidak hanya pada objek/orang saja, tapi juga backgroundnya.
-  Avoid taking photos of homeless people, masih banyak objek yang lebih menantang.
-  Experiment with angles, angle yang berbeda bisa menambah nilai artistik foto.
-  Study the works of master, belajar dari mereka yang lebih berpengalaman.
-  Shoot everyday, luangkan waktu di sela-sela aktifitas untuk memotret.
-  Wait before sharing images with others, dengan begitu kita bisa menyeleksi karya terbaik kita untuk di-share ke publik.

(from: stevehuffphoto.com)
Oh, iya kalian yang tertarik dengan street photography, bisa coba browsing ke Unposed.org , sebuah komunitas online penggiat street photography Indonesia. Atau coba main-main ke in-public.com, erickimphotography.com, dan street-photographers.com.




Wednesday, June 6, 2012

#Arts [Film] : Epic Java – a Film That Reveals The Beauty Of Java


(Screen shot from Youtube)

Nothing but the awesomeness works! Yeah, I have to say that this is an Epic film! from Indonesia. Another way to proof that Indonesia also has talented artists, who show to the world the wonderful Indonesia.

Epic Java is a film that portrays dramatically the Java Island with photography approach, which is combining the time-lapse and slow-motion technique. The film is focuses on nature, death, tradition, mystery, and solitude. Without any narrator, actor and dialogue, this film will flow with the music.

Febian Nurrahman Saktinegara  and Arie Naftali Hawu Hede, are the men behind of this enormous works. They begin the Epic Java’s project in late 2011 to explore Yogyakarta, Central Java, West Java and also East Java.

In the mean time, the video teaser has been hit the Youtube since April 2012, has seen by almost 2 thousands peoples. And also has been the trending topic in the largest Indonesian online community, KasKus. I have noticed the teaser of Epic Java in previous weeks, when I was attend the event that held by Nirmana Award, in Jakarta. Denis Adhiswara who was seat as the speaker at the event, inform the public that this is gonna be the Epic Film from Indonesia. I think It can compete to the scenery scene in the Hollywood epic film, such as The Lord Of The Ring.

I hope that our government will give their support for this film. Because this is could be a great tourism campaign for Indonesia.

Imagine guys, this is only reveals the Epic of Java Island. What about Bali? Borneo?, Sumatera?, Ambon?, Nusa Tenggara? and other islands, that will be the huge... of works.

Ahh…can’t wait to watch this film soon! On the big screen.

FYI, You can get more information about Epic Java on facebook page facebook.com/epicjava ,and find the video teaser on Youtube.

Guys, you should check this one out! And spread to the world! :D



(sumber: kaskus)


Tuesday, May 29, 2012

#Art : [Photography] Fish Eye Lens + BlackBerry


from: buy.com


Sometimes less is more. That’s also dealing with photography. When the most sophisticated camera can create the high quality image, the Lomo camera can create an artsy and edgy image with its simple feature. Now, even people are easily to capture images with their gadget, like iphone that can create images that looks like a pro with a helping apps from instagram.

But don’t worry if you don’t have an iphone. You can use your BlackBerry, even with curve 8520 that only has 2.0 MP camera. Want some proof? Take a look at these pictures!

(by Niko Wijaya)

(By Niko Wijaya)

(By Niko Wijaya)
Yes…, these pictures are taken with BB curve 8520 with external fish eye lens. My blogger friend, Niko Wijaya has captured of these pretty pictures. You can also check his portfolio by visiting his blog http://www.sekarduside.com/ 

So, if you want have fun and take a cool pictures as simple with your BlackBerry, just put this little stuff then. Hmmm… I think I am gonna check this stuff on web. Have a good day with your handled! :)

Thursday, May 24, 2012

#Art : Google Art Project – Jalan-Jalan Ke Museum Ternama Dunia Secara Virtual


(Print screen from www.googleart.com)

Google telah menambah ekspansi dunia virtualnya ke bidang seni dengan melakukan kerja sama dengan berbagai museum di dunia. Proyek yang diberi nama Google Art Project ini memungkinkan kita untuk mengunjungi museum-museum ternama di dunia sekaligus menikmati karya dari para senimannya secara interaktif melalui dunia maya.

Bayangkan kita bisa mengunjungi White House, melihat karya seni koleksi kerajaan Inggris di The Royal Collection, melihat dari dekat lukisan karya Vincent Van Gough, dan masih banyak lagi karya seni lainnya yang bisa kita lihat hanya dengan mengunjungi situs Google Art Project.

Disini kamu bisa menikmati pengalaman berkeliling dalam museum dengan teknologi ‘Google Street View’ yang mampu menampilkan gambar visual 360o, dan dapat memilih karya seni yang ingin dilihat secara lebih detail dengan kualitas gambar Gigapixel (mencapai 1 miliar pixel) melalui teknologi ‘Microscope View’.
Sejauh ini menurut data yang dipublikasikan oleh Wikipedia, Google Art Project telah memiliki 32.000 karya seni dari 46 museum dan akan melakukan ekspansi besar-besaran dengan melakukan kerja sama dengan 151 museum di 40 negara.

Indonesia juga sudah bekerja sama dengan Google dalam proyek terbarunya ini. Kita bisa melihat koleksi dari Museum Nasional atau yang dikenal dengan Museum Gajah melaui Google Art Project. Namun sayang, disini kita belum bisa merasakan pengalaman menjelajahi museum secara virtual, seperti kebanyakan museum lainnya dalam situs ini.



Sumber: wikipedia