Slide Show

  • Everyday I'm shufflin!
  • Break the physical and mental obstacles
  • Area Eksplorasi Kreatifitas dan Inovasi Anak Muda Indonesia
  • Teknik Fotografi Yang Membuat Kita Tampak Melayang
  • Dalam Nuansa Casual, Urban dan Maskulin

Thursday, December 29, 2011

#Events: World Press Photo 11


(from amazon.com)

World Press Photo is the world’s largest and most prestigious annual press photography contest, that organized by an independent organization in Amsterdam since 1955. The prizewinning photographs are assembled into a travelling exhibition in some 45 countries worldwide. And Indonesia is one of the 2011 world press photo exhibition destination. There are 8 prizewinning categories: Spot News, General News, People In The News, Sports, Contemporary Issues, Daily Life, Portraits, Arts and Entertainment, and Natures. These prizewinning photographs are being exhibited at Pacific Place Jakarta, presented by Media Indonesia, Kingdom of Netherlands, and Pannafoto Institute, from 16 December 2011 – 4 January 2012. Rahni Lowhur Schad, the President Director of Media Indonesia (Sponsor of World Press Photo Exhibition in Indonesia) as featured in foreword of World Press Photo catalogue, said “Our goal is to not only educate the public about the power of photography but also to raise the sense of appreciation towards printed media”.

Well, if you have interest in photography, especially in press photography, you won’t miss such of this cool event. 

Thursday, December 22, 2011

Jakarta Biennale #14.2011 – Pameran Seni Rupa Di Ruang Publik Jakarta


Yup! Ajang pameran seni rupa internasional dua tahunan yang dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta, kali ini hadir kembali di bulan Desember 2011 – Januari 2012. Dengan mengusung tema “Maximum City : Survive Or Escape? “, Jakarta Biennale #14 mengajak 180 seniman baik lokal maupun internasional untuk memamerkan karya seni rupa kontemporer, berdasarkan interpretasi masing-masing mengenai segudang permasalahan kota Jakarta yang sudah sesak. Nah, yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini kita bukan hanya bisa melihat hasil karya seni rupa kontemporer di galeri saja, tapi juga di ruang publik Jakarta mulai dari taman kota, pos polisi, underpass, sampai tiang-tiang pancang monorail. Semoga gelaran acara ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat dan juga pemerintah kota terhadap seni. Sehingga nantinya memberikan kontribusi dalam pembangunan kota Jakarta di masa depan. So Jakarta people, do you want to survive or escape?

*For more details visit www.jakartabiennale.org , and go follow @JakartaBiennale *

(Mural pada dinding tiang pancang. From : detikfoto.com)
(Instalasi jembatan karya kelompok "12 Pas"di kawasan Manggarai. From : kompas.com)

(Karya dari komunitas WPAP, di Taman Ayodya. From : inilah.com)










Saturday, December 3, 2011

#Event : Road To Jakarta Blues Festival 2011

Road To Jakarta Blues Festival adalah acara 'pemanasan' dari Jakarta Blues Festival, yang merupakan festival blues terbesar se-Asia Tenggara yang akan diselenggarakan pada bulan Desember ini. @america menjadi venue dari gelaran kedua Road To Jakarta Blues Festival yang diisi dengan acara sharing mengenai musik blues, coaching clinic dan juga performance dari Bagas, Ginda And The White Flowers, Andre Harihandoyo And Sonic People, juga special appearance by Abdee Slank. 





Friday, December 2, 2011

#Event : Website Launching localbrand.co.id

Dunia fashion lokal Indonesia kini diramaikan oleh kehadiran sebuah 'online fashion mall' yang bernama localbrand.co.id. Dengan konsep virtual mall yang menawarkan produk-produk fashion lokal secara online, localbrand.co.id diharapkan dapat menjadi sebuah platform yang dapat membantu mengembangkan dan mempromosikan brand-brand lokal ke seluruh wilayah Indonesia dan juga tentunya ke dunia internasional. 

Sesuai dengan tagline-nya : "Live simply, Go local", localbrand.co.id mengajak masyarakat khususnya anak-anak muda untuk hidup lebih simple dengan menggunakan brand lokal. 

And these are the fashion show at website launching localbrand.co.id  : 











Sunday, October 9, 2011

#Random Notes : “Stay Hungry, Stay Foolish”

(From : official website of Apple)

Baru saja hari Rabu tanggal 6 Oktober 2011 kemarin, dunia telah kehilangan salah satu inovator yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia di era digital ini, Steve Jobs. Bukan saja perangkat-perangkat digital dengan teknologi tercanggih yang telah berhasil dibuatnya, tapi visi, misi dan pemikirannya mengenai kehidupan juga ikut menginspirasi dunia.

Perangkat  keluaran Apple memang sudah tidak asing lagi buat kita, mulai dari ipod, iphone, ipad,… *you name it*. Begitu banyak orang-orang di dunia ini yang sudah akrab dengan gadget-gadget dari Apple. Tidak aneh, kalau juga begitu banyak orang-orang di dunia ini yang menyampaikan bela sungkawa atau pun ucapan terima kasih kepada Steve Jobs. Bahkan sempat menjadi beberapa trending topics di twitter. Padahal kebanyakan dari mereka tidak kenal dengan Steve Jobs. Mereka hanya para pengguna Apple. Tapi mereka sudah merasa menjadi bagian dari Apple.

Memang saya bukanlah “penggila” Steves Jobs dan perangkat Apple-nya. Perangkat Apple pertama yang saya punya sampai sekarang ini adalah sebuah ipod. Tapi sejak kematiannya, setelah membaca perjalanan hidupnya, juga pidatonya, semakin saya yakin bahwa Steve Jobs telah berkontribusi besar kepada dunia. Dan saya bisa bilang sekarang saya adalah salah satu “penggilanya”.

ipod yang dulu saya lihat hanya sebagai perangkat pemutar musik, atau video yang menemani hari-hari saya. Sekarang saya bisa melihatnya sebagai sumber inspirasi saya. Dalam ipod itu terdapat “cerita-cerita” bagaimana Steve Jobs dengan passion-nya telah berhasil mengubah cara pandang dunia. 
Kembali lagi ke judul tulisan ini, “Stay Hungry, Stay Foolish” (Jangan cepat puas, selalu merasa bodoh). Itu adalah kata-kata yang diucapkan Steve Jobs dalam pidatonya di depan wisudawan Stanford. Jujur, pidatonya ini baru saja saya baca setelah Steve Jobs meninggal dunia.  Dan entah kenapa pidato ini begitu menginspirasi saya.

“Stay Hungry”, bukan berarti mengajarkan kita untuk serakah dan tidak bersyukur atas segala yang telah diberikan oleh Tuhan. Tapi malah mendorong kita untuk bisa selalu melakukan yang terbaik, dan selalu belajar dari kesalahan.

“Stay Foolish”, bukan berarti merasa bodoh di depan orang-orang. Tapi selalu merasa pengetahuan yang dimiliki masih kurang, sehingga mendorong rasa keingintahuan kita.  

Masih dari pidatonya yang sama di Stanford, Steve Jobs juga menceritakan keberaniannya dalam mengambil keputusan. Dia rela Drop Out dari kuliah, karena merasa selama kuliah itu ia tidak melihat manfaatnya dan tidak tahu apa yang akan dilakukan dalam hidupnya. Keputusannya itu awalnya memang menakutkan bagi dirinya, tapi setelah DO barulah Steve Jobs menemukan passion-nya. “Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life.”- Steve Jobs J

Kalau saja Steve Jobs tidak DO, merasa cepat puas dan merasa sudah pintar, bisa dipastikan tidak ada sederetan gadget Apple, dan bahkan tidak ada kemajuan teknologi informasi seperti sekarang ini.
Jadi buat yang masih kuliah, tidak harus DO seperti Steve Jobs. Jangan jadikan background pendidikan sebagai salah satu cara dalam menemukan passion. Passion itu sudah ada dalam setiap diri manusia, masalahnya ada pada kemauan diri kita untuk mengetahuinya. “Think less, feel more”- Rene Suhardono. J

* Pidato selengkapnya : http://sosok.kompasiana.com

(sumber: Kompasiana)

Thursday, October 6, 2011

#Urban Arts : [Movie] "The Raid" ("Serbuan Maut")


(from: 21-cineplex.com)


Masalah distribusi film-film impor dari Hollywood yang sempat menjadi issue terhangat di Indonesia, telah mengecewakan para pecinta film. Karena saat ini Indonesia kekurangan film-film yang “berkualitas “. Tapi tidak demikian dengan film Indonesia yang satu ini, “The Raid” /”Serbuan Maut”.
Yap, masih dari crew yang sama dalam pembuatan film “Merantau”, sutradara Gareth H. Evans (Inggris) dan aktor sekaligus fighting choreographer, Iko Uwais telah bekerja sama menggarap film action terbarunya “The Raid”.

Film dengan genre action ini menceritakan tentang penyerbuan yang dilakukan oleh pasukan khusus kedalam sebuah gedung yang menjadi tempat berlindungnya bandar narkoba, yang tidak tersentuh oleh aparat hukum.

Sama seperti film sebelumnya “Merantau”, “The Raid” juga fokus menampilkan martial arts khas dari Indonesia yaitu pencak silat yang digabungkan dengan judo dan taekwondo, dalam berbagai adegan fighting-nya. Sedangkan dalam adegan gunfights dilengkapi dengan berbagai senjata/senapan yang mumpuni.

Hal yang menarik dan juga membanggakan dari film “The Raid” ini adalah, telah terpilih menjadi opening dalam TIFF (Toronto International Film Festival), dan akan ikut serta dalam acara festival Internasional lainnya di Spanyol, dan Busan (Kore Selatan). Selain ikut serta dalam festival internasional, “The Raid” juga dikabarkan telah melakukan kerja sama dengan pihak Sony Pictures dalam hak pendistribusian film di kawasan Amerika Serikat.

Nah, yang gak kalah menariknya adalah Mike Shinoda (Linkin Park), ikut terlibat dalam pembuatan musik dalam film ini, atau lebih dikenal dengan istilah scoring. *Cool!*

Tapi harus sabar dulu, karena rencananya setelah mengikuti berbagai acara festival internasional, “The Raid” baru mulai rilis di Indonesia pada bulan Januari 2012. J

*Link trailer The Raid : www.youtube.com/watch?v=uWlmhMSnVdM        
                             

(sumber: thejakartaglobe.com , 21cineplex.com)

Sunday, September 25, 2011

#UrbanArts : errr- magazine

from : errr-magazine/facebook

Errr- nama yang unik dan catchy untuk sebuah majalah, dan membuat orang-orang penasaran dengan isi dari majalah ini.

Yap, err- magazine adalah majalah yang membahas mengenai visual art dan literature di negara Mexico, dengan konsep free magazine yang terbit dua-bulanan. Majalah yang memulai debutnya di bulan Maret 2009 ini hanya didistribusikan di butik atau concept store ternama di Mexico city. Eksistensinya sebagai media untuk orang-orang kreatif masih bertahan sampai sekarang berkat kerja keras dan ide-ide brilliant dari pendirinya Abel Ibáñez Galván dan Andrea Belmont.   

from : kq-skrju.livejournal.com
Keunikan
Yang membuat errr- magazine unik dan berbeda dari majalah lainnya bisa dilihat dari segi packaging-nya. Disini errr- magazine menggunakan sebuah amplop berwarna coklat. Dimana kalau kita buka amplopnya kita bukan hanya mendapatkan majalahnya saja, tapi juga ada beberapa stiker, poster, atau flyer.
Isi dari majalahnya sendiri memang bisa dibilang edgy. Berisi photo, ilustrasi, dan cerita dari orang-orang di seluruh penjuru dunia. Ya, errr- magazine memang terbuka untuk siapapun yang tertarik untuk mengirimkan karyanya melaui e-mail di estoesmio@errr-magazine.com.

*juga bisa membaca majalah ini dalam versi digital di :
www.errr-magazine.com*






from : yulibow.blogspot.com

















                                                     
                                                                    Cover for the latest editon. from: coverjunkie.com

Mungkin kalau di Indonesia, errr- magazine ini mengingatkan kita sama majalah Concept. Cuma errr- magazine itu terasa lebih edgy.

Nah, mengutip dari majalah Nylon Guys Indonesia, Abel Ibáñez Galván berkata “kamu tidak perlu menjadi seorang seniman untuk membuat sebuah karya”. So guys, jangan pernah takut untuk mencoba dalam membuat sebuah karya. “Passion rules!” – Rene Suhardono.J



(sumber: errr-magazine.com; Nylon Guys Indonesia edisi jul-augt)