Slide Show

  • Everyday I'm shufflin!
  • Break the physical and mental obstacles
  • Area Eksplorasi Kreatifitas dan Inovasi Anak Muda Indonesia
  • Teknik Fotografi Yang Membuat Kita Tampak Melayang
  • Dalam Nuansa Casual, Urban dan Maskulin

Tuesday, March 20, 2012

#Event : GeekFest - Pesta Kolaborasi Para ‘Rock Star’ Industri Kreatif Indonesia


( Picture from : GeekFest)

Geek, sering kali diartikan sebagai sebutan bagi orang-orang yang passionate dan ahli di bidangnya masing-masing, terutama di bidang kreatif. Apa jadinya jika para Geek yang bergerak di industry kreatif ini berkumpul di dalam sebuah festival?

Pada tanggal 31 Maret – 1 April 2012 nanti, Sabuga-Bandung akan menjadi saksi dari pergelaran sebuah festival yang pertama kalinya diadakan di Indonesia dengan mengkolaborasikan musik, film, game dan multimedia kedalam sebuah wadah teknologi. Festival yang diinisiasi oleh Fowab (Forum Web Anak Bandung) bersama Kibar Kreasi ini  nantinya akan terdiri dari berbagai rangkaian acara seperti pertunjukan, seminar, talkshow dan pameran yang disajikan kedalam bentuk hiburan yang akan memberikan pengalaman yang berbeda.

Dengan digelarnya GeekFest ini diharapkan dapat menjadi sebuah wadah yang mendukung bakat anak-anak muda Indonesia dalam bidang musik, film, game, multimedia dan teknologi, agar lebih dikenal di masyarakat luas sehingga bisa mendapatkan apresiasi yang lebih besar. Seperti yang dikatakan oleh salah satu inisiator Fowab, Yohan Totting yang dikutip dari website GeekFest : “Melalui GeekFest, kami ingin memperlihatkan bahwa anak muda Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di bidang industri kreatif. Sudah sangat banyak karya anak bangsa yang sukses di tingkat dunia, tapi belum begitu terdengar gaungnya. Padahal mereka inilah rock star yang sesungguhnya, yaitu yang menciptakan karya kreatif dengan level internasional.”

Well, this is going to be an epic festival. Get ready to meet our new ‘Rock Stars’! 
*More info, visit http://geekfe.st or follow @GeekFestID #GeekFestID. 

Thursday, March 15, 2012

#Arts : Melayang Dengan Teknik Levitasi


(from : yowayowacamera.com ,by  Natsumi Hayashi)

Terbang melayang layaknya seorang super hero adalah salah satu impian kita di masa kanak-kanak dulu. Levitasi seakan bisa mewujudkan impian masa kecil kita itu, meskipun cuma dalam selembar foto.

Ya, postingan kali ini masih berisi tentang salah satu teknik kreatif fotografi yang saat ini lagi happening, levitasi. Saya ingat, pertama kali melihat teknik fotografi ini melalui sebuah display picture BBM milik seorang teman dan juga look book (catalog) dari salah satu produk fashion lokal. Di look book itu terlihat model yang seolah-olah terbang melayang dengan ekspresi wajah yang datar, kesannya mereka ini bisa melayang secara alami, gak dibuat-buat. Persis seperti makhluk halus yang gak napak itu, nah loh? :p.

Levitasi yang dalam bahasa Inggris adalah levitation, merupakan proses dimana sebuah objek melayang melawan gaya gravitasi bumi dalam posisi yang stabil (Wikipedia). Seperti teknologi yang diadaptasi oleh kereta super cepat di Jepang, dengan menggunakan medan magnet. Kemudian akhirnya hal ini memberikan inspirasi bagi para fotografer untuk membuat teknik fotografi yang disebut levitasi. Sebuah teknik fotografi yang membuat suatu objek seolah-olah melayang tanpa menggunakan alat bantu.

Entah siapa yang pertama kali menemukan teknik levitasi, namun mesin pencari Google (dengan key word levitation photography) memunculkan nama seorang wanita Jepang yang bernama Natsumi Hayashi dalam halaman pertamanya. *Berikut alamat blog miliknya http://yowayowacamera.com.

Nah, berawal dari melihat blog Natsumi Hayashi ini, @goenrock dan @danaOktiana menginisiasi sebuah komunitas fotografi levitasi Indonesia yang dinamakan Levitasi Hore http://levitasihore.tumblr.com/. Jadi buat kalian yang tertarik untuk belajar bisa mampir ke tumblr mereka, atau follow @LevitasiHore di twitter.
(Screen Shot of Levitasi Hore Website)

Walaupun keliatannya model di fotografi levitasi ini terlihat effortless dengan ekspresi muka yang datar, tapi untuk mendapatkan gambar yang keren membutuhkan berbagai trik dan juga kesabaran (apalagi bagi newbie). Sang model harus melompat dengan pose tertentu yang tidak terlihat seperti sedang melompat, tapi seolah-olah melayang tanpa bantuan apapun. Sementara fotografer pun harus bisa mengatur kameranya sehingga bisa menghasilkan frozen moment melayang yang tepat. Berikut tips-tips dalam fotografi levitasi tanpa editing yang dikutip dari tumblr Levitasi Hore :

·    Fotografi levitasi berbeda dengan Jump Shot. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami tanpa terlalu banyak ekspresi wajah.
·  Foto levitasi tanpa editing dapat dilakukan dengan kamera professional (DSLR) maupun kamera biasa (kamera ponsel, pocket cam)
·  Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa memanfaatkan Burst Mode (Continuous Shooting). Dengan sekali menekan tombol shutter, langsung menghasilkan beberapa jepretan sekaligus. Foto-foto hasil jepretan dengan Burst Mode dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang paling pas mendapatkan moment “melayang”
·   Foto levitasi dapat dilakukan dengan kamera non-professional, namun lebih tricky karena mengandalkan ketepatan menekan tombol rana saat model melompat.
·    Pastikan cahaya cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.
·   Gunakan shutter speed tinggi untuk menangkap model yg melayang dengan lebih fokus (freeze motion). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed tinggi.
·    Gunakan low angle, agar model terlihat tinggi melayang.

(from: web100.com)

So, selamat mencoba and… have fun! J


Sumber : Levitasi Hore, Wikipedia, Kaskus

Friday, February 24, 2012

#Arts : [Toy Camera] "Don't Think, Just Shoot!" - Kodak


(from : ajeng14rofifa.blogspot.com)

Sekilas toy camera memang terlihat seperti mainan, namun kamera jenis ini benar-benar bisa berfungsi dengan baik untuk memotret, malah dapat menghasilkan gambar dengan efek yang unik dibandingkan dengan hasil jepretan dari kamera profesional.

Istilah toy camera sendiri merupakan sebuah istilah dalam bidang fotografi untuk menunjuk pada kamera film analog yang memiliki fitur simple dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan kamera professional. Kamera jenis ini biasanya terbuat dari bahan plastik dan memiliki desain yang unik dengan warna-warna yang cerah. Walaupun memiliki keterbatasan dengan lensanya, tapi toy camera justru mampu menghasilkan gambar dengan efek artistik. 

Kamera Lomo
(Holga. from: Lomonesia)
(Diana. from : Lomonesia)
LOMO adalah singkatan dari  (Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie). Untuk pertama kalinya kamera Lomo diproduksi oleh Lomo Russian Arms and Optical (sebuah pabrik senjata dan alat-alat optik Uni Soviet) dengan cara memodifikasi kamera dari Jepang Cosina CX-1. Kamera Lomo itu dinamakan Lomo Kompakt Automat atau dikenal dengan Lomo LC-A.

Tahun 1991 mahasiswa asal Wina, Austria yang bernama  Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger, kembali mempopulerkan kamera Lomo LC-A dengan cara memotret di kota Praha melalui cara-cara yang tidak biasa seperti fotografer kebanyakan. Kedua mahasiswa ini pun akhirnya berhasil melakukan kerja sama dengan pabrik Lomo di St. Petersburg untuk kembali memproduksi kamera Lomo LC-A dalam jumlah yang besar.

Sesuai dengan perkembangan zaman, kamera Lomo pun diproduksi dengan beragam jenis sesuai dengan fitur dan lensa yang digunakan. Misalnya Action Sampler (menghasilkan foto dengan 4 bagian), Colorsplash (menghasilkan foto dengan warna yang tidak biasa), dan Fisheye (menghasilkan foto berbentuk bulat seperti mata ikan). 

(colorsplash from : Lomonesia)

(from : pratiwigaluhputri.blogspot.com)


Toy camera Underwater



(Aquapix. from : aliexpress.com)

Selain kamera Lomo ada juga toy camera yang bisa digunakan untuk memotret objek di dalam air (dengan kedalaman tertentu). Selain harganya yang murah, kamera ini juga bisa menghasilkan efek artistik di dalam air. Salah satunya adalah aquapix, terbuat dari bahan plastik dengan waterproof casing yang bisa dilepas. Moment yang seru saat snorkeling atau pun saat melakukan water sport lainnya dapat didokumentasikan dengan cara yang lebih fun.

(from : akoskiosonline.blogspot.com

Jadi, apa kalian tertarik untuk mulai memotret menggunakan toy camera? Hmm… dengan harga kamera yang relatif murah dan tidak memerlukan skill fotografi yang mumpuni, toy camera sepertinya cocok digunakan untuk having fun dan mengekspresikan diri kalian. Tapi tunggu dulu, supaya dapat menghasilkan gambar yang maksimal ada baiknya bagi kita untuk membaca dan mempraktekan 10 peraturan yang disebut 10 golden rules (from Wikipedia) :

1. Take your LOMO everywhere you go.
Bawalah kamera Lomo anda kemanapun anda pergi, karena dimana pun anda dapat menemukan obyek foto yang tak terduga.
2. Use it anytime - day or night.
Pakailah kamera Lomo anda tanpa batas. Pakai kamera Lomo anda baik siang maupun malam, kapan saja di berbagai situasi dan kondisi.
3. Lomography is not an interference in your life, but a part of it.
Jadikanlah Lomografi sebagai bagian dari diri anda dan nikmatilah waktu anda memotret suatu obyek dengan kamera Lomo.
4. Shoot from the hip.
5. Approach the objects of your Lomographic desire as close as possible.
Dekati obyek foto anda sedekat mungkin selain karena kamera Lomo umumnya tidak ada zoom, harus ada feel tersendiri antara anda dengan obyek foto.
6. Don't think.
     Jangan berpikir, gunakan hati dan penglihatan anda.
7. Be fast.
    Cepat dalam memotret suatu obyek foto, anda tidak perlu banyak berpikir/berteknik.
8. You don't have to know beforehand what you've captured on film.
    Anda tidak perlu terlalu memikirkan gambar seperti apa yang akan anda ambil.
9. You don't have to know afterwards, either.
     Anda juga tidak perlu memikirkan bagaimana hasil dari gambar yang telah anda ambil.
10. Don't worry about the rules. ;)

Nah, untuk menambah pengetahuan mengenai toy camera (khususnya kamera Lomo) dan juga untuk menambah pertemanan, kalian bisa bergabung dengan komunitas Lomografi di Indonesia, salah satunya Lomonesia yang juga membuka gerai yang menjual produk-produk kamera Lomo dan aksesorisnya di Jakarta.

So, what are you waiting for? “Don’t think, just shoot!” – Kodak.

(sumber : Wikipedia, Lomonesia)



Tuesday, February 7, 2012

#Culture : Stop Motion In Action


(from : joystiq.com)


Meskipun proses pembuatan film animasi saat ini telah menggunakan teknologi yang canggih, tapi masih ada animator/filmmaker yang memilih membuat film animasi dengan teknik stop motion.

Apa itu stop motion?
Stop motion adalah sebuah teknik animasi dalam memanipulasi objek secara fisik, sehingga objek tersebut terlihat seperti bergerak sendiri. Secara lebih sederhana, dengan menggunakan teknik stop motion ini sang animator/filmmaker menggerak-gerakan objek yang berupa boneka, model atau gambar dengan memindahkan posisinya secara perlahan-lahan menggunakan tangan, lalu setiap gerakan itu direkam oleh kamera foto (frame). Nah, setiap gerakan yang telah terekam dalam foto kemudian disusun berurutan sehingga menimbulkan efek yang bergerak. Sekilas mungkin mirip dengan pembuatan film kartun/animasi klasik berbasis gambar, seperti yang dilakukan pertama kali oleh Walt Disney dengan tokoh Mickey Mouse itu.

Sedangkan objek yang digunakan dalam stop motion kebanyakan menggunakan boneka dengan moveable joints, sehingga bagian-bagian dari boneka tersebut dapat digerakan dengan mudah. Atau menggunakan clay (lilin/malam).

Perkembangan stop motion
Animasi stop motion, konon pertama kali diperkenalkan oleh Albert E. Smith dan J. Stuart Blackton dalam The Humpty Dumpty Circus (1897). Sedangakan untuk saat ini kita telah menikmati film animasi stop motion terkini dari Tim Burton lewat karyanya dalam Corpse Bride (2005), film ketiganya setelah The Nightmare Before Christmas dan James and The Giants Peach yang mendapatkan nominasi Academy Award. Lalu di tahun 2009 Laika dan Henry Selick untuk pertama kalinya memperkenalkan film animasi stop motion 3D dalam Coraline, yang masuk dalam nominasi Academy Award dan Golden Globe untuk Best Animated Feature.

Kenapa memilih menggunakan teknik stop motion?
Bagi para animator/filmmaker yang lebih memilih menggunakan teknik stop motion dalam membuat film animasi, memiliki pertimbangan akan efek yang lebih real (karena menggunakan objek nyata), tekstur objek yang lebih terlihat jelas, dan memiliki feel yang unik. Misalnya pada pembuatan TV commercial Yupi di Indonesia yang menggunakan permen aslinya sebagai objek stop motion, ternyata berhasil mempresentasikan tekstur permen yang transparan, kenyal dan menggemaskan. Walaupun proses pembuatan animasi stop motion ini bisa dibilang rumit dan membutuhkan kesabaran yang lebih, tapi rasanya terbayar dengan melihat hasilnya. ;)
(a Dino yupi. from : tekno kompas)
Stop motion di Indonesia
Belakangan ini para animator stop motion lokal banyak bereksperimen dengan menggunakan paper toy. Seperti video klip dari Bottlesmoker, duo elektronik lokal ini mengusung konsep stop motion dalam salah satu lagu mereka Le Voyage. Ada juga yang membuat stop motion movie dengan menggunakan paper toy tokoh pewayangan Gatot Kaca, seperti yang dilakukan oleh Salazad, seorang penggiat paper toy di Bandung. Ini bisa jadi film alternatif di Indonesia yang mengangkat cerita berlatar budaya bangsa. Kerenn..ya!
(Scene of Bottlesmoker's video clip. from : gigsplay)
(Stop motion movie by : Salazad)































What You Should Watch?
Oh yaa, untuk menambah referensi dalam teknik animasi stop motion saya rekomendasikan untuk melihat karya-karya imajinatif dari Mikey Please, seorang freelance animator dan filmmaker di London. Mikey Please telah bergerak dalam pembuatan film animasi 2D, live action dan CGI, tetapi film animasi favoritnya tetaplah animasi stop motion. Karena menurutnya stop motion itu terlihat lebih nyata dan sangat indah. (via Nylon Guys)
(website screen shot)

Jadi, gimana guys? mulai tertarik dengan stop motion? Kalau mau mulai belajar dengan teknik yang lebih mudah kalian bisa coba mampir ke http://ilmuphotoshop.com/2009/07/09/cara-membuat-stop-motion-movie/. Mudah-mudahan postingan #Culture kali ini bisa menjadi inspirasi buat kalian guys. :)


Sumber : Wikipedia, gigsplay, Nylon Guys Indonesia, Indonesia Kreatif, Tekno Kompas

Tuesday, January 24, 2012

#LocalHeroes : “The Raid” is Screening at Sundance Film Festival 2012


(Screen shot from filmguide.sundance.org)
Whoaa… seems like more good news comes from “The Raid”. As already screened at Opening Toronto International Film Festival (2011), now it will be screening at Sundance Film Festival from 20th-27th January 2012 (based on filmguide.sundance.org).

FYI Sundance Film Festival is an annually film festival which is held in Utah (United States), as the largest independent cinema festival in US for American and international independent film makers. So this is a chance for “The Raid” to get more attention from global audience.  

Mike Shinoda, who did the scoring for this movie said, “it’s very cool that this movie made it in (Sundance Film Festival as part of spotlight section). Usually Sundance doesn’t feature action films”. He also announce that Sony Pictures Classics will be releasing the film in spring 2012 in US. And so does in Indonesia.

Well, can’t wait to see this Indonesian martial art movie. We are proud as Indonesian, don’t we? J



(From : sundance.org, Wikipedia, mikeshinoda.com)

Thursday, January 19, 2012

#Fashion : Outlet Resmi Pertama Fred Perry di Indonesia


(from : jacquelynejoyahagency.com)

Sejak akhir tahun 2011 lalu, label legendaris asal Inggris, Fred Perry secara resmi telah membuka outlet pertamanya di Indonesia, tepatnya di Plaza Indonesia, Jakarta.

Frederick John Perry (1909 - 1995) atau lebih dikenal dengan Fred Perry adalah seorang pemain tenis dunia yang telah berhasil menjadi jawara di berbagai kejuaraan tenis bergengsi, seperti Australian Open dan Wimbledon. Bahkan telah menduduki peringkat No.1 dunia di tahun 1934. Pada awalnya Fred Perry mencoba membuat sweatband dan koleksi polo-shirt pertamanya untuk para atlet tenis yang diluncurkan pada kejuaraan Wimbledon pada tahun 1952. Kemudian dengan melihat hasil yang  memuaskan sejak peluncuran koleksi pertamanya itu, label Fred Perry pun melebarkan pemasarannya diluar lapangan tenis.

Dengan masih mempertahankan konsep desain yang klasik-moderen, label Fred Perry menjadi begitu melegenda. Siapa yang tidak mengenal polo-shirt legendaris, dengan ciri sulaman Laurel Wreath (semacam rangkaian bunga) di bagian dada sebelah kiri ini? Bahkan grup band seperti Blur dan Oasis disebut-sebut telah mempopulerkan gaya street fashion di era Brit-pop dengan menggunakan model-model pakaian dari Fred Perry.

Selain itu Fred Perry juga baru-baru ini memutuskan untuk meluncurkan koleksi pakaian wanita terbaru mereka yang bekerja sama dengan mendiang Amy Winehouse. Koleksi yang mereka sebut AW11, Amy Winehouse for Fred Perry Collection ini akan menjadi representasi signature style dari sang penyanyi dan pencipta lagu yang mendapatkan beberapa penghargaan dari Grammy Awards di tahun 2008 lalu. Keuntungan yang diperoleh dari koleksi yang diluncurkan oleh Fred Perry ini selanjutnya akan disumbangkan ke Yayasan Amy Winehouse.
(from : fredperry.com)





(Sumber : Rollingstone Indonesia, Yahoo, Okezone, Wikipedia) 

Tuesday, January 17, 2012

#Lifestyle : Green Lifestyle


(from greenhakz.com)

Ditengah gencarnya issue go green yang kerap dijadikan slogan oleh perusahaan-perusahaan dan organisasi dengan berbagai kepentingan, masih ada kelompok/komunitas di daerah perkotaan yang secara penuh kesadaran, passionate dan penuh kreatifitas mengajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan tempat kita tinggal, dengan menjalani gaya hidup yang lebih bersahabat dengan lingkungan melalui green lifestyle. Dan ini bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan yang paling dekat dengan kita yaitu, rumah atau pun kantor. 

Setelah saya melakukan pencarian green lifestyle di Indonesia, melalui search engine google. Saya pun menemukan sebuah website lokal yang keren GreenLifestyle. Sebuah website yang dibuat oleh komunitas masyarakat perkotaan di Indonesia yang bertujuan untuk saling berbagi informasi dan diskusi mengenai hal-hal praktis yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk bergaya hidup ramah lingkungan.

Ya, setiap orang dapat berkontribusi dengan melakukan hal-hal kecil yang praktis dan mudah dalam aktifitas sehari-hari, untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal-hal kecil yang jika dilakukan secara massal dapat menghasilkan impact yang besar bagi lingkungan. Seperti : mematikan alat-alat elektronik yang tidak terpakai, untuk menghemat listrik. Menggunakan air bilasan hasil tampungan saat berwudhu, untuk menyiram tanaman. Membawa tas belanjaan sendiri ketika berbelanja di toko, untuk mengurangi peredaran sampah plastik. Menggunakan gelas/mug/tumbler saat sedang berada di coffee shop, untuk mengurangi sampah. Menggunakan kertas bekas atau mencetak dokumen dengan cara bulak-balik, untuk menghemat penggunaan kertas. Pergi ke kantor dengan bersepeda. Dan masih banyak cara praktis lainnya yang bisa kita lakukan, melalui tips-tips yang telah mereka share di website ini.

Selain “GreenLifestyle” ada juga gerakan sosial berwawasan lingkungan lainnya, seperti gerakan yang telah  digagas oleh Ridwan Kamil (salah satu arsitek kebanggaan Indonesia), #IndonesiaBerkebun @idberkebun. Melalui #IndonesiaBerkebun masyarakat diajak untuk menjadi petani urban, dengan harapan dapat menciptakan lahan hijau di tengah kota yang juga memberi manfaat bagi komunitas sekitar. Selain memanfaatkan lahan tidur yang berada di tengah kota, kita juga dapat memanfaatkan halaman rumah untuk menanam sayuran dan buah-buahan. Saat panen tiba, kita dapat megkonsumsi hasilnya secara langsung, atau mungkin bisa kita jual sebagai tambahan penghasilan.

Senada dengan #IndonesiaBerkebun, @maya_aldy menggagas gerakan #Farm2Kitchen yang bertujuan untuk mengajak masyarakat mengenali makanan yang dikonsumsi, peduli dengan asalnya, dan ikut mendukung petani lokal. Gagasan ini terbentuk atas rasa kepedulian @maya_aldy terhadap kesegaran dan kelayakan bahan makanan yang akan diolah, karena berhubungan dengan masalah gizi dan kesehatan. Selain itu menurutnya dengan memilih makanan lokal artinya kita turut mendukung petani lokal, memastikan keberlangsungan sayur-mayur dan bahan makanan lainnya di lingkungan sekitar, juga mengurangi pemanasan global. Nah, makanan yang biasa kita santap di meja makan ini ternyata memiliki hubungan terhadap keberlangsungan lingkungan di sekitar kita, bahkan lebih luas lagi secara global.

Itu hanya beberapa tindakan nyata yang dilakukan oleh teman-teman dari berbagai komunitas. Saya percaya masih ada komunitas lainnya yang belum ter-expose media, melakukan hal yang sama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menularkan green lifestyle kepada masyarakat yang lebih luas.